Indonesia Conference Directory


<< Back

Abstract Topic: Kesejahteraan Masyarakat

Page 1 (data 1 to 30 of 40) | Displayed ini 30 data/page

Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Bunga Hortensia Sentra Produksi Desa Gobleg Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng
Made Setena

Show More

Corresponding Author
Made Setena

Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa

Abstract
Abstract Tanaman hortensia merupakan tanaman bunga yang prospektif untuk dikembangkan karena bunga hortensia selain sebagai tanaman hias juga digunakan sebagai sarana upacara adat di Bali yang dibutuhkan hampir setiap hari. Perkembangan harga bunga hortensia ditingkat produsen (petani) sangat berpluktuasi mulai dari harga terndah Rp 2.000,- sampai rp 25.000,-. Pemasaran bunga hortensia melibatkan beberapa lembaga pemasaran. seperti pedagang pengumpul, pedagang kecil, dan pengecer. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) mengetahui dan menganalsis saluran pemasaran bunga hortensia di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. 2) mengetahui dan menganalsis besarnya marjin pemasaran bunga hortensia, share biaya dan keuntungan lembaga pemasaran, serta sahare harga yang diterima petani pada masing-masing saluran pemasaran. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan skunder. Jumlah sampel sebanyak 29 petani sebagai responden dengan pertimbangan respondennya homogim dan 5 orang pedagang pengumpul, 5 pedagang kecil dan 15 pengecer sebagai informan. Penarikan sampel untuk prudusen (petani) menggunakan metode purposive sampling yaitu pemilihan responden secara sengaja berdasarkan wilayah dusun dan luas lahan. Informan diambil dari pedagang pengumpul sampai dengan pedagang kecil, pengecer dan konsumen akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat model saluran pemasaran bunga hortensia, yaitu: Saluran I: PetaniPedagang PengumpulPedagang kecil Pengecer Konsumen; Saluran II: PetaniPedagang pengumpul  Pedagang kecil Konsumen; Saluran III: PetaniPedagang pengumpul pengecer Konsumen. Marjin pemasaran terbesar diterima oleh pedagang pengumpul yaitu sebesar Rp 4.250,- dan terkecil diterima oleh pedagang kecil yaitu sebesar Rp 2,750,-. Biaya pemasaran tertinggi dikeluarka oleh pedagang pengumpul yaitu Rp 1.010,- per kg dan terendah petani yaitu Rp 170,- per kg. Keuntungan yang diperoleh masing-masing lembaga pemasaran adalah: petani Rp 2.930,- pedagang pengumpul Rp 3.240,- pedagang kecil Rp 2.480,- dan pengecer Rp 3.280,-. Tingkat efisiensi pemasaran di masing-masing lembaga pemasaran yaitu: petani sebesar 2%, pedagang pengumpul 9%, pedagang kecil 1% dan pengecer 1%. Saluran pemasaran yang paling banyak dipakai adalah saluran I yaitu sebesar 50% dan saluran pemasaran yang paling sedikit yaitu saluran IV sebesar 10%.

Keywords
efisiensi; saluran pemasaran

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/Ahmqz3FebTBD


ANALISIS TARIF BERDASARKAN KEMAMPUAN MEMBAYAR (ABILITY TO PAY) DAN KEMAUAN MEMBAYAR ( WILLINGNESS TO PAY) PENGOPERASIAN ANGKUTAN ANTAR JEMPUT (CARPOOLING) BAGI SISWA SEKOLAH DI KOTA DENPASAR
Dewa Ayu Nyoman Sriastuti1), A.A. Rai Asmani K.1), dan Luh Kade Datrini2)

Show More

Corresponding Author
Sri Astuti

Institutions
1) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali
2) Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali

Abstract
ABSTRAK Pengoperasian angkutan antar jemput bagi siswa sekolah hendaknya dapat memenuhi kepentingan antara pemerintah sebagai pemegang kebijakan (Regulator), pengelola sebagai pelaksana operasional (Operator) dan khususnya orang tua siswa sebagai pengguna jasa (User). Tarif merupakan salah satu indicator dominan yang berpengaruh terhadap minat pengguna jasa menggunakan angkutan antar jemput sekolah sesuai hasil penelitian yang penulis telah lakukan sebelumnya, oleh karena itu perlu kiranya dilakukan analisis tarif sesuai dengan Kemampuan Membayar (Ability to Pay/ATP) dan Kemauan Membayar (Willingness to Pay/WTP) orang tua siswa selaku pengguna jasa. Pada penelitian ini data primer dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner pada 6 (enam) sekolah menengah pertama yang dijadikan sampel. Berdasarkan jumlah siswa pada ke enam sekolah tahun 2019 yaitu sebesar 6697 orang maka diambil sampel minimal dengan metode penarikan sampel secara acak dan bertingkat (stratified random sampling) sebesar 10 prosen dari populasi sehingga didapat sampel secara keseluruhan sebesar 670 orang. Data yang didapat dari hasil kompilasi data kuisioner adalah jumlah terbesar pendapatan keluarga perbulan Rp.5.500.000 sebesar 212 orang atau 31,64%, biaya transportasi keluarga perbulan Rp.550.000 sebesar 219 orang atau 32,69% , biaya transportasi untuk antar jemput perbulan Rp.100.000 sebesar 211 orang atau 31,49%, jarak dari rumah ke sekolah adalah 1 kilometer sebesar 123 orang atau 18,36%, waktu tempuh perjalanan yang diharapkan adalah 15 menit sebesar 510 orang atau 76,12% dan alternative layanan adalah alternative I yang meliputi tarif ideal yang diharapkan adalah Rp.5000 sebesar 348 orang atau 94% dengan kapasitas kendaraa16 orang, fasilitas kendaraan ada AC dan asuransi serta jarak perjalanan kurang dari 5 kilometer. Selanjutnya dilakukan analisis data primer untuk mendapatkan tarif Kemampuan Membayar (Ability to Pay) dan Kemauan Membayar (Willingness to Pay). Berdasarkan analisis data didapat tariff Kemampuan Membayar (Ability to Pay) sebesar Rp. 1.853,6/Km dan tariff Kemauan Membayar (Willingness to Pay) sebesar Rp. 2.451,2/Km.

Keywords
Angkutan, Tarif, ATP, WTP.

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/7wv294mPLzKV


Analysis Of Financial Statements To Assess The Financial Performance Of The Cooperative Loan In Gianyar Regency
Eka Jayanti

Show More

Corresponding Author
Made Dessy Kristyani

Institutions
Universitas Warmadewa

Abstract
A financial cooperative with regards to the management of the use of funds and management of the resources of the Fund. To find out the extent of the financial performance of cooperation to achieve the goal, then its important to analyze the financial statements. This research aims to know the financial performance of the cooperative loan which is at the service of cooperatives and SMALL MEDIUM ENTERPRISES of Gianyar Regency. Types of data used are secondary data. The number of cooperative loans that became the sample of this research was a cooperative loan respectively make their financial reports to the Department of cooperatives and SMALL MEDIUM ENTERPRISES of Gianyar Regency. Data analysis techniques used in this research is descriptive qualitative analysis techniques, namely by describing the financial performance of cooperatives in financial ratios Liquidity Ratios, which include Solvency, profitability, and the ratio of The activity of the year 2014, 2015 and 2016 with the guided Sweets of cooperatives and SMEs RI No. 06/Per/M-KUKM/V/2006 of Cooperative rating financial performance Standards with financial ratios. The results showed that the performance of cooperative finance seen from the liquidity ratio current ratio, represented for KSP Prapen Mas, KSP KSP Eternity Funds and Sapta Ulakan Sari from the year 2014 to 2016 shows the conditions that less good, judging from the solvency ratio is represented with the Debt to Asset Ratio and the Debt to Equity Ratio to KSP Prapen Mas, from 2014 to 2016 shows good performance, KSP Sapta Funds Amerta well enough while the KSP Ulakan Sari still shows the condition is not good, judging from the ratio of profitability that is represented by the Net Profit Margin, Return On Assets and Return On Equity, show that the financial kineja KSP Prapen Mas votes of NPM is quite good, judged from ROA well and judged from excellent ROE, KSP Sapta Eternity Funds assessed from the NPM, ROA and ROE is good enough while the KSP Ulakan Sari votes of NPM and ROA are quite good and are rated from excellent ROE and judging from the ratio of activities judged from Total Assets Turnover mul AI years up to the year 2014 2016 all cooperatives indicates performance is very less.

Keywords
Financial performance, liquidity ratios, solvency ratio, ratio, the ratio of profittabilitas activity.

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/hjGFfRQ3xdK6


DAMPAK KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN, LOYALITAS, DAN WORD OF MOUTH NASABAH UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN PT. BANK BPD BALI
NI KETUT SARIANI,S.E.,M.M , KETUT SUDARMINI,S.E.,M.Agb , Dra.NENGAH GANAWATI,M.Si

Show More

Corresponding Author
NI KETUT SARIANI

Institutions
UNIVERSITAS WARMADEWA

Abstract
Persaingan industri perbankan di era global semakin ketat. Salah satu isu yang masih menghambat langkah maju BPD selain permodalan, brand awareness, kompetensi sumber daya manusia. Hal itu terbukti dari belum pernahnya PT. Bank BPD Bali meraih 10 BPD dengan service excellence. Padahal kualitas layanan akan sangat menentukan kepuasan nasabah. Apabila kepuasan nasabah dapat dicapai, maka bukan tidak mungkin nasabah akan loyal dan ikut merekomendasikan layanan keuangan yang disediakan PT. Bank BPD Bali. Adapun luaran yang merupakan target pada penelitian adalah publikasi pada jurnal internasional, baik atas hasil penelitian pada tahun pertama maupun pada tahun kedua. Populasi penelitian ini seluruh nasabah yang terdaftar memiliki tabungan dan atau kredit pada kantor pusat PT. Bank BPD Bali, dengan sampel sebanyak 70 orang. Teknik sampling dilakukan dengan mengkombinasikan purposive sampling dengan convenience sampling. Data dianalisis dengan teknik analisis SEM-PLS. Sedangkan pada tahun kedua data akan dilanjutkan dengan analisis SWOT, sehingga diketahui faktor internal serta faktor eksternal serta strategi yang dapat dilakukan untuk pengembangan kualitas layanan pada PT. BPD Bali. Hasil penelitian menunjukkan kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah, loyalitas, dan word of mouth. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai strategi untuk meningkatkan kualitas layanan pada PT. BPD Bali mengingat kualitas layanan akan berdampak sangat tinggi bagi perkembangan PT. BPD Bali.

Keywords
BPD, kualitas layanan, kepuasan, loyalitas, word of mouth, strategi

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/8PRtzQK3m6k2


DETERMINAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK: PERAN DENDA, KEADILAN PROSEDURAL DAN KEPERCAYAAN OTORITAS PAJAK
Ni Putu Riasning (a*), A A Bagus Amlayasa (b*), Luh Kade Datrini (c*)

Show More

Corresponding Author
Ni Putu Riasning

Institutions
a,b,c Universitas Warmadewa

Abstract
Perpajakan merupakan salah satu instrumen kebijakan fiskal yang dinamis. Penerimaan negara dari sektor perpajakan merupakan pilar utama pendapatan dalam APBN yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja pemerintah dalam rangka pembangunan nasional. Meskipun demikian, penerimaan perpajakan masih rendah ditunjukkan dengan tax ratio Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini menguji peran denda, keadilan procedural dan kepercayaan otoritas pajak dalam meningkatkan kepatuhan pajak wajib pajak orang pribadi di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sehingga mampu meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak. Diharapkan dengan adanya model ini maka pihak pemerintah dalam hal ini sebagai fiskus yang selanjutnya mengoptimalisasi segala sesuatu yang berkenan dengan perilaku wajib pajak sehingga dapat memberikan implikasi positif pada peningkatan kesadaran wajib pajak untuk patuh. 98 orang wajib pajak di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dipilih sebagai sampel metode convenience sampling. Data diolah dan dianalisis dengan bantuan SmartPLS 3.0 yang dipergunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa denda berpengaruh negatif terhadap kepercayaan otoritas pajak, interaksi denda dengan keadian procedural sebagai efek moderasi berpengaruh positip dan tidak signifikan terhadap kepercayaan otoritas pajak dan kepercayaan otoritas wajib pajak berpengaruh positip dan tidak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

Keywords
Denda, Keadilan Prosedural, Kepercayaan Otoritas Pajak, Kepatuhan Wajib Pajak

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/EkANJucYFDKB


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISKEUDES DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DANA DESA DI KECAMATAN UBUD GIANYAR
A A Ayu Erna Trisnadewi (a*), A A Bagus Amlayasa (b*), I Wayan Rupa (c*)

Show More

Corresponding Author
Anak Agung Ayu Erna Trisnadewi

Institutions
a,b,c Universitas Warmadewa

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja SISKEUDES dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan Dana Desa. Pengelolaan keuangan desa menjadi sangat penting sebagai bagian dari pertanggungjawaban dana desa yang diberikan oleh pemerintah dan meningkat setiap tahun. Aplikasi SISKEUDES digunakan untuk memfasilitasi administrasi laporan keuangan dana desa. Penerapan aplikasi SISKEUDES akan mempercepat penyelesaian laporan keuangan dana desa secara akurat dan tepat waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah semua desa yang berjumlah 8 desa di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar yang menerima dana desa. Sampel ditentukan dengan metode sampel jenuh atau sensus. Teknik analisis data menggunakan Smart-PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: keterlibatan pengguna memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja departemen kesehatan; program pendidikan dan pelatihan memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja SISKEUDES serta dukungan manajemen puncak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja SISKEUDES.

Keywords
Kinerja Siskeudes, Keterlibatan Pengguna. Program Diklat dan Dukungan Manajemen Puncak.

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/KCEJdZwmpzNc


FISIOLOGI FASE-FASE PERKEMBANGAN BUNGA PADA TANAMAN JERUK SIAM
Ni Putu Anom Sulistiawati dan Ni Komang Alit Astiari

Show More

Corresponding Author
Ni Putu Anom Sulistiawati

Institutions
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Abstract
Proses fisiologi pembungaan sampai terbentuk calon buah, buah selanjutnya terbentuk buah panen tanaman jeruk Siam yang dialami masih relatif sulit, karena masih terbatasnya informasi tentang mempertahankan bunga yang sudah terinduksi masih tetap bertahan dipohon sampai terbentuknya calon buah atau fruit-set. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh tanaman jeruk tersebut maka penelitian ini menggunakan tanaman yang telah berumur enam tahun bertujuan untuk mengetahui fase-fase perkembangan bunga pada tanaman jeruk sampai terbentuk calon buah atau fruit-set. Tanaman buah-buahan menginterprestasikan isyarat tumbuhnya ditentukan oleh faktor lingkungan dan endogen dari tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil identifikasi perubahan secara morfologi fase-fase pembungaan secara fisiologi mulai dari sebelum induksi, induksi, inisiasi sampai bunga mekar/full bloom. Fase-fase fisiologi perkembangan pembungaan ialah: a) Sebelum induksi, b) Induksi bunga c) perkembangan kuncup bunga menuju anthesis, d) pemekaran bunga tahap ketika terjadi pemekaran bunga atau anthesis. Hasil analisis statistik antara periode on-season dan off-season menunjukkan perbedaan yang tidak nyata selama perkembangan pucuk pada tanaman jeruk Siam, namun demikian pada periode off-season dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk waktu untuk perkembangan pembungaan yaitu masing-masing: 204,03 hari dan 172,41 hari.

Keywords
Pembungaan, Induksi, Inisiasi, Diferensiasi, Bunga Mekar dan C/N ratio

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/ACH942kTNEhx


Hak Asasi Manusia Dan Lingkungan Hidup Global
Flora Pricilla Kalalo

Show More

Corresponding Author
Putu GD Wirianta

Institutions
Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, Manado

Abstract
Pengaturan mengenai HAM tidak seluruhnya langsung berkaitan dengan perlindungan terhadap lingkungan hidup. Namun demikian bila diperhatikan, ada beberapa pasal dalam beberapa ketentuan tersebut yang dapat digunakan sebagai dasar hukum untuk melakukan berbagai tindakan yang bertujuan untuk melindungi lingkungan. Di lain pihak, pengaturan perlindungan terhadap lingkungan hidup justru sekaligus berarti penghargaan terhadap hak asasi manusia, terutama berkaitan dengan masalah hak untuk hidup, masalah kesehatan, gangguan atas propertinya sampai dengan penghargaan terhadap hak indigenous peoples. Penelitian ini ingin mengkaji korelasi sistem perlindungan yang dibangun terhadap hak asasi manusia dan lingkungan hidup global dan untuk mengetahui efektifitas sistem perlindungan lingkungan hidup yang mengedepankan hak masyarakat untuk menikmati lingkungan yang baik dan sehat sebagai hak asasi manusia. Penelitian ini didesain dengan menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui studi kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan pengumpulan data sekunder. Korelasi perlindungan hak asasi manusia dengan mewujudkan hak atas lingkungan yang baik dan sehat bagi manusia seringkali terabaikan karena kepentingan bisnis, politik dan proyek. Efektivitas perlindungan hak asasi manusia dan lingkugan hidup akan terwujud kalau negara sebagai pemegang otoritas dalam penyelenggaraan pembangunan selalu mengedepankan prinsip kepentingan umum.

Keywords
Sistem Perlindungan, Hak Asasi Manusia, Lingkungan Hidup

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/hNPnvkR6JGwX


IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA DENPASAR TERHADAP UPAYA MENGATASI POLUSI PLASTIK DI LINGKUNGAN HIDUP PERKOTAAN
Ni Made Anggriyani, I Dewa Gede Putra Sedana, I Gusti Agung Ayu Yuliartika Dewi

Show More

Corresponding Author
Ni Made Anggriyani

Institutions
Universitas Warmadewa
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Abstract
Abstrak Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan hidup yang sampai saat ini masih belum bisa ditangani dengan baik, terutama pada negara-negara berkembang. Kemampuan pengelolaan sampah yang masih rendah dengan ketidakseimbangan produksi sampah membuat sampah menjadi menumpuk dimana-mana. Masalah sampah yang timbul di kota-kota besar adalah karena sulitnya pengumpulan, pengangkutan, pembuangan, pemanfaatan, dan pemusnahan sampah, baik sampah yang berasal dari rumah tanggga, pasar, industri maupun sampah kantor. Salah satu jenis sampah yang sulit untuk diuraikan adalah sampah plastik yang dapat menyebabkan timbulnya polusi plastik. Sampai saat ini, plastik memang masih menjadi bahan yang sulit tergantikan untuk berbagai kebutuhan masyarakat sehari-hari seperti kemasan makanan, tas, produk-produk elektronik, otomotif, mainan, dan masih banyak lagi lainnya. Penggunaan plastik akan terus meningkat mengingat kelebihan yang dimilikinya antara lain ringan dan kuat, tahan terhadap korosi, transparan dan mudah diwarnai, dan sifat insulasinya yang cukup baik. Hingga secara otomatis produksi sampah plastik akan terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga perlu dikembangkan solusi jangka panjang yang dapat mengurangi sampah jenis ini sekaligus dapat menghasilkan produk lain yang bermanfaat. Semakin meningkatnya sampah plastik ini akan menjadi masalah serius bila tidak dicari penyelesaiannya. Permasalahan sampah atau limbah plastik perlu dipikirkan pemecahannya. Peningkatan jumlah penduduk yang semakin besar di Indonesia khususnya pada wilayah Kota Denpasar yang jelas berdampak pada terjadinya perusakan dan/atau pencemaran lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Data primer diperoleh melalui proses observasi dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi penelitian, wawancara mendalam dengan Kepala Dinas beserta beberapa staf Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, data sekunder yang diperoleh dari hasil dokumenter yaitu data yang diperoleh dari dokumen-dokumen serta arsip. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber data sehingga data yang disajikan merupakan data yang absah. Dari hasil penelitian ini maka diharapkan dapat mengetahui Implementasi Kebijakan Pemerintah Kota Denpasar terhadap Upaya Mengatasi Polusi Plastik di Lingkungan Hidup Perkotaan. Dengan demikian, diketahuilah peran pemerintah Kota Denpasar dan Peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan mengatasi masalah polusi plastik yang sangatlah penting guna meningkatkan kesadaran, kepedulian, tentang lingkungan dengan segala permasalahannya, dan dengan pengetahuan, keterampilan, sikap, motivasi dan komitmen untuk bekerja secara individu dan kolektif terhadap pemecahan permasalahan dan mempertahankan kelestarian fungsi-fungsi lingkungan hidup di perkotaan. Kata Kunci : Implementasi Kebijakan, Polusi Plastik, Lingkungan Hidup Perkotaan

Keywords
Implementasi Kebijakan, Polusi Plastik, Lingkungan Hidup Perkotaan

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/dY9kwzQaRbG8


IMPLEMENTASI PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) BERDAMPAK TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT YAKULT INDONESIA PERSADA CABANG BALI DI MENGWI BADUNG
Ni Putu Sri Mariyatni, Ida Ayu Sri Meitri

Show More

Corresponding Author
Ni Putu Sri Mariyatni

Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa

Abstract
RINGKASAN Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor kunci yang menentukan perkembangan suatu organisasi atau perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi. Dewasa ini, perkembangan terbaru memandang karyawan bukan sebagai sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Kenyataan bahwa manusia sebagai asset utama dan sebagai ujung tombak perusahaan, harus mendapat perhatian serius dan dikelola dengan sebaik mungkin. Program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu bagian penting yang perlu diterapkan dalam melaksanakan tugas di tempat kerja. Resiko kecelakaan serta penyakit akibat kerja sering terjadi karena pihak perusahaan tidak menerapkan program K3 dengan baik. Hal ini dapat berdampak pada kinerja karyawan. Dengan adanya implementasi program K3 diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan. PT Yakult Indonesia Persada Cabang Bali di Mengwi Badung yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang pendistribusian minuman sehat dalam kemasan botol kecil, sudah menerapkan program K3, namun dalam realisasinya belum sesuai dengan hak-hak yang seharusnya diperoleh karyawan, seperti saat rawat inap, saat mengalami kecelakaan kerja dan yang sejenisnya, sehingga karyawan merasa kurang adanya jaminan keamanan dan kenyamanan di tempat kerja mereka, hal ini merupakan salah satu dampak menurunnya kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya dampak implementasikan program K3 terhadap kinerja karyawan pada PT Yakult Indonesia Persada Cabang Bali di Mengwi Badung. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier berganda. Hasil uji hipotesis parsial (t-test) diperoleh nilai signifikansi 0,001 < alpha = 0,05 ini berarti bahwa keselamatan kerja berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji hipotesis kedua juga mengemukakan bahwa keselamatan kerja berpengaruh positip dan signifikan terhadap kinerja karyawan, ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,020 < = 0,05.

Keywords
Keselamatan kerja; Kesehatan kerja; Kinerja karyawan

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/Nak7Wp8U3mQJ


Implementation Of 3r In Tackling The Bad Debt On Lpd In Kintamani Bangli
I Ketut Selamet, Ketut Sudarmini dan Ni Made Tamansari

Show More

Corresponding Author
Made Dessy Kristyani

Institutions
Universitas Warmadewa

Abstract
Channeling credit funds or activities, of course, inseparable from the troubled credit risk arising from the inability of the debtor in paying off the debt to the Creditor. In the case of travel management in Kintamani LPD as a financial institution that is in the neighborhood of the village can not avoid Indigenous cases of cases of bad debt. Judging from the development of the realization of the increase of the credit disbursed on society LPD Sekecamatan Kintamani in the span of 3 years on 2014-2016 in a row as follows: in the year 2014 is Rp. 113,361,623,000.00, the year 2015 rising to Rp. 130,326,919,000.00 and in the year 2016 rose to Rp. 140,465,469,000.00. This followed a rise in the number of clients from year to year for 5 years each; in the year 2014 as many 11,437,000 clients, the year 2015 as much 11,460,000 customer and year 2016 as much as 11,469,000 the customer. From a number of existing clients and credit such as the above that per December 2016 recorded there is 8.20% LPD categories crashes, 21.31% categories are less healthy, 11.48% categories are quite healthy and only 59.02% fall into the categories of healthy with good development and positive. Then it can be raised an issue of how the implementation of the 3R (Rescheduling, Reconditioning, Restructuring) in handling credit problematic on LPD Kintamani. To answer this problem then the researcher using qualitative descriptive analysis to expose the 3R concept implementation in dealing with bad debt. Based on the results of observation and in-depth interview on respondents taken with methods of snowball sampling, then found that: based on the data analysis and discussion of conclusions can be drawn under the 3R principles Implementation in the handling bad debt on the existing indigenous village of LPD Kintamani havent done to its full potential. On the other hand the existence of doubts attitude of managers and supervisors party leniency, in this case, is the leader of the Indigenous Villages in the running of the agreement or the rules based on the customary law had been made in resolving the question of the legal law of LPD. There is a feeling of Ewuh Pakewuh supervisor in carrying out sanctions-sanctions on perpetrators of debtors who are not disciplined. This much is driven by a sense of brotherhood that still dominates in the management of LPD is not yet fully apply the principle of professionalism in doing business.

Keywords
3R Implementation, LPD debtor, village chief, customary law

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/hbUkXBnmaJzC


Inovasi Teknologi Pengolahan Kelapa Menjadi Minyak Virgin Coconut Oil (VCO) Yang Bernilai Ekonomis Dengan Metode Sentrifugal
I Gede Pasek Mangku, I Gst Bagus Udayana, I Nyoman Rudianta

Show More

Corresponding Author
Gede Pasek Mangku

Institutions
Universitas Warmadewa

Abstract
Pembangunan di sektor pertanian yang kurang merata mengakibatkan terjadinya ketimpangan kondisi ekonomi diwilayah pedesaan. Tingkat pengetahuan dan penguasaan teknologi yang masih lemah juga menjadi penyebab pembangunan ekonomi di daerah pedesaan berjalan lambat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan inovasi teknologi dan keterampilan kepada masyarakat desa Pangsan, meningkatkan rendemen dan kualitas minyak VCO yang dihasilkan, memfasilitasi akses pasar serta meningkatkan pendapatan ekonomi kelompok peserta. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di kelompok “Mekar Sari” dan “Sari Murni” Desa Pangsan, Kecamatan Petang Kabupaten Badung-Bali. Jumlah peserta kegiatan yang dilibatkan 30 orang yang terdiri dari 15 orang dari kelompok “Mekar Sari” dan15 orang dari kelompok “Sari Murni”. Metode kegiatan yang digunakan adalah survey, wawancara, dokumentasi, teori dan diskusi serta praktek. Kegiatan dilakukan selama empat bulan mulai dari bulan Agustus sampai Nopember 2019. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa, kelompok “Mekar Sari” dan “Sari Murni” sangat antosias mengikuti program kegiatan yang diberikan. Dari kegiatan yang sudah dilakukan tingkat pengetahuan dan keterampilan kelompok meningkat, rendemen minyak VCO yang dihasilkan meningkat dan memenuhi syarat mutu, akses pasar VCO lebih luas serta terjadi peningkatan pendapatan kelompok.

Keywords
inovasi, vco, metode sentrifugal, Desa Pangsan

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/6kdnT3KtEvMy


INTERNAL CASH CONTROL, COMPENSATION FITNESS, AND INDIVIDUAL MORALITY AGAINST ACCOUNTING (FRAUD) TRENDS IN LPD SUB-DISTRICT TABANAN
Putu Dian Pradnyanitasari, Ni Made Intan Priliandani, I Ketut Puja Wirya Sanjaya

Show More

Corresponding Author
Putu Dian Pradnyanitasari

Institutions
Faculty of Economics and Business, Warmadewa University, Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
*dianunwar[at]gmail.com

Abstract
This study aims to analyze the effect of cash internal control, the suitability of compensation, and individual morality on the tendency of accounting fraud (fraud). This study used 36 respondents who worked at LPD Tabanan Regency. Determination of the sample using purposive sampling, namely sampling techniques with certain criteria. To answer the research hypothesis using analytical tools, namely multiple linear regression. The results showed that internal cash control, the suitability of compensation and individual morality harmed the tendency of accounting fraud.

Keywords
Cash Internal Control, Compensation Suitability, Individual Morality, Accounting Fraud Tendency

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/wWZaJmgfnNex


KAJIAN KEBUTUHAN RUANG RUMAH IDEAL BAGI KAUM MILENIAL PERKOTAAN BERKELUARGA, BERBASIS RUANG DAUR HIDUP (STUDI KASUS: PERUMAHAN DI DENPASAR TIMUR)
Made Suryanatha Prabawa; A.A. Gede Raka Gunawarman

Show More

Corresponding Author
Made Suryanatha Prabawa

Institutions
Universitas Warmadewa

Abstract
Rumah adalah kebutuhan utama manusia untuk hidup di dunia ini. Menurut UU no.4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, sebuah rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau tempat tinggal dan media untuk pengembangan keluarga. Sebuah rumah sangat penting dalam hal mengembangkan keluarga yang sehat dan dengan demikian masyarakat yang baik. Kota Denpasar adalah kota yang terus berkembang dalam hal populasi kota (3,83% per tahun). Milenial adalah generasi yang berumur sekitar tahun 1988 hingga 2000 yang saat ini mereka berusia sekitar 15 hingga 35 tahun. Populasi milenial saat ini mendapat 1/3 dari total populasi di Indonesia dan merupakan orang yang sangat aktif di media digital. Revolusi Industri 4.0 mengubah cara milenial mendefinisikan diri mereka sendiri dan mengubah cara mereka hidup di dunia ini sehubungan dengan koneksi aktif mereka dengan gadget dan media sosial. Permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar rumah konvensional dapat memberikan ruang kenyamanan bagi orang-orang milenial, terutama dalam hal ini milenial yang sudah menikah dan memiliki anak. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi literatur; Kuisioner; dan Wawancara sebagai metode untuk mendapatkan informasi. Dari survei dan analisis, para peneliti menemukan bahwa banyak keluarga milenial mengubah kamar mereka di rumah mereka dalam hal kebutuhan fungsional. Mereka secara kreatif mengubah cara menggunakan ruang konvensional berdasarkan pada profesi mereka yang perlu bekerja di rumah seperti fotografer, pedagang online, arsitek lepas, dll. Mengapa mereka melakukan itu? karena komunikasi yang bekerja dengan klien dapat dilakukan melalui media sosial atau aplikasi komunikasi di telepon, dan saat mereka bekerja mereka juga dapat memantau anak-anak mereka dan melakukan hal-hal lain secara bebas seperti hobi.

Keywords
Perumahan, Kaum Milenial Berkeluarga, Kebutuhan Fungsional

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/cxpyNTntfQGu


Keamanan Pangan Tradisional “ Urutan-- Khas Bali Berbasis Daging Ayam Ditinjau Dari Cemaran Logam
A.A. Made Semariyani dan I Wayan Sudiarta

Show More

Corresponding Author
A.A.Made Semariyani

Institutions
Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Abstract
“Urutan” merupakan produk pangan analog sosis yang dibuat secara tradisional di Bali melalui proses fermentasi maupun tanpa fermentasi. Pembuatan “urutan” biasanya dilakukan pada saat hari raya Galungan dimana masyarakat memotong babi untuk keperluan upacara, sehingga daging yang tersedia cukup banyak. Masyarakat berupaya memperpanjang masa simpan daging tersebut dengan mengolahnya menjadi produk pangan yang dapat disimpan lebih lama. Untuk memenuhi selera konsumen, tuntutan pasar dan penganekaragaman pangan, bahan baku yang digunakan tidak lagi dari daging babi saja, tetapi sudah ada urutan yang dibuat dari daging ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya cemaran logam pada “urutan” ayam dalam upaya menjamin mutu dan keamanan pangan “urutan”ayam bagi konsumen.Target khusus yang ingin dicapai adalah mengetahui keamanan pangan “urutan” ayam dari segi cemaran logam berat sesuai dengan persyaratan sosis daging (SNI 01-3820-1995). Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan adalah membuat -urutan- ayam dengan formulasi terbaik dari penelitian sebelumnya yaitu formulasi penambahan lemak 10 % tanpa perlakuan fermentasi (Semariyani, dkk. 2017, Semariyani dan Sudiarta, 2018) kemudian dilakukan pengujian logam berat (Pb, Zn, Cu,), terhadap “urutan” ayam yang dihasilkan. Dari hasil uji akan diketahui apakah “urutan” tersebut aman atau tidak dikonsumsi setelah dibandingkan dengan standar mutu sosis daging (SNI 01-3820-1995) khususnya dari standar logam beratnya. Hasil yang diperoleh dari uji logam berat terhadap daging ayam dan “urutan” ayam yaitu kandungan Timbal (Pb) baik daging mentah, urutan mentah, dikukus, maupun yang digoreng nilainya berkisar antara 0,2167 sampai 1,0570 mg/kg, kandungan Tembaga (Cu) berkisar antara 0,0181 sampai 0,2718 mg/kg dan Zeng (Zn) berkisar antara 3,3727 sampai 7,1724 mg/kg semuanya memenuhi persyaratan standar sosis daging (SNI 01-3820-1995) yang mana persyaratan Pb adalah maksimal 2,0 mg/kg, Cu adalah maksimal 20 mg/kg sedangkan Zn maksimal 40 mg/kg. Sehingga “urutan” ayam yang dibuat dengan formula penambahan lemak 10% tanpa difermentasi aman untuk dikonsumsi.

Keywords
“urutan” daging ayam, keamanan pangan, logam berat

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/dCzTQ3RVcM6H


Kecernaan dan Retensi Ransum yang Mengandung Tepung Keong Mas sebagai Pengganti Tepung Ikan pada Pemeliharaan Ayam Pedaging
Ni Ketut Etty Suwitari, I Nyoman Kaca, Yan Tonga, Luh Suariani, Ni Made Yudiastari

Show More

Corresponding Author
Ni Ketut Etty Suwitari

Institutions
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Abstract
Untuk menguji kualitas bahan pakan perlu diuji secara biologis melalui pengukuran nilai kecernaan, baik kecernaan bahan kering maupun kecernaan protein kasar pada ayam broiler. Pengukuran nilai kecernaan pada ayam broiler dilakukan karena ternak tersebut memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dalam waktu yang singkat, sehingga optimalitas penyerapan zat-zat makanan dapat terlihat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kecernaan ransum (bahan kering, bahan organik dan protein) dan juga retensi N dari ransum yang mengandung tepung daging keong mas sebagai pengganti tepung ikan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen dengan Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 x 3 dengan 5 perlakuan yaitu R0 (Ransum yang mengandung 0% Tepung daging Keong Mas (TDKM)), R1 (Ransum dengan 5% TDKM), R2 (ransum dengan 10% TDKM), R3 (ransum dengan 15% TDKM) dan R4(ransum dengan 20%TDKM). Adapun variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, dan Protein , serta Retensi N dari ransum yang mengandung tepung Daging Keong Mas sebagai pengganti tepung ikan.Dari hasil penelitian diperoleh bawa penggantian tepung ikan dengan tepung daging keong mas secara nyata (P>0,05) mampu meningkatkan Kecernaaan Protein Kasar, Bahan Kering dan Bahan Organik serta retensi N ransum. Oleh sebab itu disarankan untuk menggunakan tepung daging keong mas sebanyak 10% dalam ransum untuk meningkatkann kecernaan dan retensi N ransum ayam pedaging.

Keywords
Penampilan, kecernaan, retensi N, Keong Mas

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/CY8KEj6bxeqt


KELAYAKAN USAHA PERTAMINI DALAM PERSFEKTIF UNDANG–UNDANG NO 22 TAHUN 2001 TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI
Ni Made Puspasutari Ujianti, Anak Agung Sagung Laksmi Dewi, Desak Gde Dwi Arini

Show More

Corresponding Author
puspasutari ujianti

Institutions
Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Abstract
ABSTRAK Bahan bakar minyak merupakan salah satu unsur vital yang diperlukan pemerintah untuk menjalankan suatu negara dari berbagai bidang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada umumnya dan juga merupakan kebutuhan dasar dalam menjalankan roda perekonomian di seluruh dunia. bahan bakar minyak merupakan sumber daya alam yang strategis dan dikuasai oleh negara serta merupakan komoditas vital yang menguasai hajat hidup orang banyak dan mempunyai peranan penting dalam perkekonomian nasional sehinggal dalam pengelolaannya harus dapat secara maksimal memberikan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, maka dibentuk Undang–undang No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Undang–undang tentang minyak dan gas bumi sudah mengatur tentang bagaimana pemanfaatan sumber daya minyak dan gas bumi dari pengekploitasian sampai pendistribusian ke SPBU di masing-masing daerah. Secara garis bersar, alur pendistribusian Bahan Bakar minyak berawal dari fasiitas penimbunan yang ada dan kemudian diangkut ke tempat instalasi penampungan lalu disalurkan ke depot-depot dan sebagian langsung ke industri-industri dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan menggunakan truk tangki. Fenomena yang banyak terjadi dimasyarakat sekarang ini aalah semakin maraknya dijumpai kios pegecer bahan bakar minyak dengan merek PERTAMINI, yang apabila ditelusuri dari UU Minyak dan Gas Bumi tetulah sangat bertentangan dengan apa yang telah diatur dslam peraturan perundangan tersebut.

Keywords
Kelayakan Usaha; Pertamini

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/qhakEDC2F6RY


KONSTRUKSI HUKUM PENGUATAN PASAR SENI TRADISIONAL DI KOTA DENPASAR DALAM MEWUJUDKAN IKLIM PERSAINGAN USAHA YANG SEHAT
Ni Luh Made Mahendrawati, IB Gede Agustya Maha Putra

Show More

Corresponding Author
Ni Luh Made Mahendrawati

Institutions
Fakultas Hukum Universitas Warmadewa

Abstract
Abstrak Pengembangan daerah sebagai upaya pengembangan destinasi pariwisata dan persaingan usaha yang sehat , diperlukan pengaturan yang tersistematis dan terintegrasi dengan berbagai bidang yang lain. guna menciptakan keteraturan dan perlindungan pasar seni tradisional perlu pendekatan hukum bisnis agar aktifitas pariwisata tidak berdampak negatif. Eksistensi pasar seni tradisional menjadi sangat penting mengingat pasar merupakan tempat bertemunya pembeli dan penjual, proses bertemunya pembeli dan penjual ini menjadi indikator tingkat perekonomian penelitian ini berusaha menganalisis fenomena tentang semakin besarnya tekanan pasar ritel modern terhadap keberadaan pasar seni tradisional . maka kajian hukum akan dilakukan secara normatif dengan meneliti pengaturan dari sudut pandang yuridis, sosiologis maupun filosofis. Luaran dari penelitian ini adalah ditemukannya sebuah konstruksi hukum pengaturan yang tepat pentaan dan pembinaan pasar seni tradisonal agar terjadi persaingan usaha yang sehat. Akses sumber daya ekonomi dalam bidang pariwisata dapat diperoleh secara adil oleh semua pengusaha baik tergolong pengusaha mikro, kecil ataupun besar.

Keywords
konstruksi hukum; pasar seni tradisional; persaingan usaha yang sehat

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/y8H2F43MJL9a


KUALITAS KIMIA RANSUM AYAM BOILER FASE FINISHER YANG MENGANDUNG TEPUNG LIMBAH TAUGE FERMENTASI
Ni Ketut Mardewi, Ni Ketut Sri Rukmini, I Gst. A. Dewi Seri Rejeki

Show More

Corresponding Author
Ni Ketut Mardewi

Institutions
Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Abstract
Limbah tauge kacang hijau merupakan limbah dari pembuatan tauge dengan bahan dasar kacang hijau dan limbah dari penjual tauge. Limbah tauge kacang hijau mudah diperoleh dan jumlahnya banyak. Limbah tauge berpotensi sebagai salah satu bahan penyusun ransum ayam broiler dan merupakan sumber protein nabati. Kandungan protein dalam limbah tauge cukup tinggi, akan tetapi kandungan serat kasarnya juga tinggi sehingga perlu dilakukan fermentasi untuk meningkatkan daya cerna dan kualitas nutrisinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara pasti kandungan nutrien ransum ayam broiler fase finisher yang mengandung tepung limbah tauge fermentasi dengan analisis proksimat di laboratorium. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakukan dan 3 ulangan pada masing-masing perlakuan. Perlakuan terdiri dari ransum tanpa tepung limbah tauge fermentasi (TLTF) (P0), ransum dengan 3 % TLTF (P1), ransum dengan 6 % TLTF (P2) dan ransum dengan 9 % TLTF (P3). Varibel yang dianalisis adalah kadar protein kasar, kadar serat kasar, dan kadar lemak kasar ransum. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian tepung limbah tauge fermentasi dalam ransum ayam broiler fase finisher berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap variabel kadar protein, kadar serat kasar dan kadar lemak kasar ransum. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan protein kasar dan serat kasar pada ransum ayam broiler yang mengandung tepung limbah tauge fermentasi, dan ransum yang mengandung 6 % tepung limbah tauge fermentasi adalah ransum yang paling mendekati standar kebutuhan untuk ayam broiler fase finisher.

Keywords
Ayam Broiler, Kualitas Kimia , Limbah Tauge

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/awLdF3A9RHuV


PEMANFAATAN PUPUK KANDANG KELINCI DAN PENAMBAHAN NPK PADA TANAMAN BAWANG MERAH
Luh Kartini dan Made Sri Yuliartini

Show More

Corresponding Author
Luh Kartini

Institutions
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa

Abstract
Tanaman bawang merah salah satu komoditas unggulan nasional selain cabai dan kentang. Pemerintah harus mengevaluasi kembali untuk mengintensifkan dan mendorong para petani supaya kembali menanam tanaman yang selama ini menjadi kebutuhan sehari-hari di masyarakat. Meski tidak dipungkiri, bahwa kebutuhan bawang di Indonesia selama ini masih menjadi catatan penting dalam memajukan produksi pertanian, karena Indonesia yang terkenal memiliki lahan subur dan pemerintah terus berupaya fokus untuk mendorong serta memajukan sektor pertanian dengan penerapan panca usahatani Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kandang kelinci dan pupuk NPK yang paling tepat bagi peningkatan kesuburan dan ketersediaan unsur hara untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah . Penelitian ini merupakan percobaan lapangan pada tanah sawah di Desa Sumerta kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kotamadya Denpasar yang dilaksanakan dari bulan April sampai dengan bulan September 2019. Bibit bawang yang digunakan varietas lokal.. Metode yang dipergunakan dalam pencapaian tujuan adalah metode eksperimen di lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan empat taraf dosis pupuk kandang kelinci dan empat taraf dosis pupuk NPK untuk peningkatan hasil tanaman bawang merah. Interaksi antara dosis pupuk kandang kelinci dan dosis pupuk NPK (KxN) berpengaruh tidak nyata (P≥0,05) terhadap seluruh variabel yang diamati. Dosis pupuk kandang kelinci (K) berpengaruh tidak nyata (P≥0,05) terhadap seluruh variabel yang diamati. Dosis pupuk NPK (N) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap variabel tinggi tanaman maksimum; berpengaruh sangat nyata terhadap variabel berat segar umbi dan berat kering oven umbi per rumpun serta berat kering oven berengaruh tidak nyata terhadap variabel jumlah daun maksimum, jumlah umbi per rumpun berat segar brangkasan per rumpun, berat kering oven brangkasan per rumpun dan Indeks Panen. Berat segar dan berat kering oven umbi per rumpun tertinggi didapat pada dosis pupuk kandang kelinci 15 ton ha-1 (K3) yaitu seberat 60,62 dan 38,20 g meningkat sebesar 3,11 % dan 4,26 % dibandingkan dengan hasil terendah pada dosis pupuk kandang kelinci 0 ton ha-1 (K0) yaitu 58,79 g dan 36,64 g. Pemberian dosis pupuk NPK yang semakin meningkat menyebabkan meningkatnya beberapa variabel pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Berat segar dan berat kering oven umbi per rumpun tertinggi didapat pada dosis pupuk NPK (N3) yaitu 70,15 g dan 45,44 g meningkat sebesar 39,40 % dan 54,55 % dibandingkan dengan dosis NPK (N0) yaitu 50,32 g dan 29,40 g.

Keywords
Tanaman Bawang Merah, Pupuk Kandang Kelinci, Pupuk NPK

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/4uR7c3Af6NyY


Pendekatan Sosial Sebagai Upaya Kanwil DJP Bali Mengurangi Tax Avoidance
IIDAM Manik Sastri, Luh Kade Datrini, Ni Putu Pertamawati

Show More

Corresponding Author
Kadek Adi Indra Brata

Institutions
Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa

Abstract
Setelah pelaksanaan Tax Amnesty pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui berbagai cara seperti: mengintensifkan sosialisasi, pemeriksaan pajak, meningkatkan pelayanan dan mengusahakan keterbukaan lebaga lain yang berhubungan dengan penyerapan data wajib pajak terutama melalui lembaga keuangan dan non keuangan. Pelaksanaan tax amnesty selama periode Juli 2016 sampai dengan Maret 2017 telah memberikan stimulus bagi pertumbuhan penerimaan negara. Namun dari tahun ke tahun walaupun berbagai upaya yang telah dilaksanakan belum juga mencapai target penerimaan negara. Data menunjukkan prosentase capaian terbaik selama periode berjalan adalah di tahun 2018 yaitu sebesar 91,02%, Kondisi ini mengindikasikan adanya dugaan tindakan tax avoidanve (penghindaran pajak) yang dilakukan oleh wajib pajak di wilayah kanwil DJP Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada Kanwil DJP Bali dalam rangka mengurangi penghindaran pajak yang dilakukan oleh wajib pajak, sehingga Kanwil DJP Bali dapat mencapai target penerimaan yang ditetapkan. Hasil penelitian menemukan bahwa Tax Avoidance bukan satu-satunya penyebab tidak tercapainya target penerimaan DJP Bali, tetapi faktor kesadaran masyarakat merupakan penentu utama untuk tercapainya target penerimaan di DJP Bali

Keywords
Tax Avoidance, Target penerimaan DJP

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/vVKpPCRY6MQy


PENERAPAN MODEL PELAYANAN PUBLIK BERBASIS SEWAKA DHARMA DALAM MENDUKUNG PRAKTIK GOOD GOVERNANCE DI KOTA DENPASAR
I Wayan Gede Suacana, I Wayan Sudana, I Nyoman Wiratmaja

Show More

Corresponding Author
I Wayan Gede Suacana

Institutions
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa

Abstract
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, mengkaji model eksistensi dan praktik pelayanan publik berbasis sewaka dharma yang mendukung good governance di Kota Denpasar (2019-2020); Kedua, merekayasa model/ merumuskan kebijakan pelayanan publik berbasis sewaka dharma untuk efisiensi dan efektivitas pelayanan publik di Kota Denpasar (2020-2021); Ketiga, mengembangkan model/ rumusan kebijakan pelayanan publik berbasis sewaka dharma untuk efisiensi dan efektivitas pelayanan yang mendukung praktik good governance di Kota Denpasar (2021-2022); Manfaat penelitian ini untuk memperkaya bahan studi terutama yang berkaitan dengan etika pelayanan publik. Memberikan kontribusi pemikiran sebagai rekomendasi formulasi kebijakan publik. Memberikan pemahaman akan pentingnya implementasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pelayanan publik yang dilakukan oleh birokrasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dengan menggali berbagai bentuk dan model etika dalam pelayanan publik. Tahapan pertama, dilakukan pengumpulan data primer dan sekunder. Tahapan kedua, memilih teori untuk mengkaji data. Tahapan ketiga, menganalisis dan menginterpretasikan data yang telah diseleksi. Tahapan keempat, melakukan penulisan dan konstruksi hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan tiga indikator utama, yakni responsivitas, akuntabilitas dan efisiensi berperanan didalam pelayanan publik yang berbasis kearifan lokal. Dua indikator pertama dianggap krusial karena dua indikator tersebut sejalan dengan perkembangan demokrasi yang menuntut bahwa pemerintah harus responsif dan akuntabel. Responsivitas menunjukkan pemerintah mampu membuat keputusan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Akuntabilitas mengandung makna bahwa semua tindakan pemerintah di negara-negara demokratis harus dapat dipertanggung jawabkan baik secara administratif, hukum, maupun moral. Sedangkan indikator efisiensi menunjukkan pelayanan publik dengan pelayanan yang murah dan membutuhkan waktu yang singkat. Model pelayanan publik yang diterapkan Pemerintah Kota Denpasar dengan tiga indikator utama tersebut serta berbasis sewaka dharma sangat mendukung penyelenggaraan good governance di Kota Denpasar.

Keywords
pelayanan publik; good governance; kearifan lokal

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/ew7TB2hMnE3A


Penerapan Model Pelayanan Publik Berbasis Sewaka Dharma Dalam Mendukung Praktik Good Governance Di Kota Denpasar
I Wayan Gede Suacana, I Wayan Sudana, I Nyoman Wiratmaja

Show More

Corresponding Author
Kadek Adi Indra Brata

Institutions
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Warmadewa

Abstract
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengkaji model eksistensi dan praktik pelayanan publik berbasis sewaka dharma yang mendukung good governance di Kota Denpasar (2019-2020); 2) merekayasa model/merumuskan kebijakan pelayanan publik berbasis sewaka dharma untuk efisiensi dan efektivitas pelayanan publik di Kota Denpasar (2020-2021); 3) mengembangkan model/rumusan kebijakan pelayanan publik berbasis sewaka dharma untuk efisiensi dan efektivitas pelayanan yang mendukung praktik good governance di Kota Denpasar (2021-2022). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Sumber data penelitian ini meliputi sumber data primer (utama) dan sekunder. Wawancara mendalam (depth interview guide) merupakan instrument yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari tiga kegiatan utama, yakni penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga indikator utama, yakni responsivitas, akuntabilitas dan efisiensi berperanan didalam pelayanan publik yang berbasis kearifan lokal. Dua indikator pertama dianggap krusial karena dua indikator tersebut sejalan dengan perkembangan demokrasi yang menuntut bahwa pemerintah harus responsif dan akuntabel. Responsivitas menunjukkan pemerintah mampu membuat keputusan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Akuntabilitas mengandung makna bahwa semua tindakan pemerintah di negara-negara demokratis harus dapat dipertanggung jawabkan baik secara administratif, hukum, maupun moral. Sedangkan indikator efisiensi menunjukkan pelayanan publik dengan pelayanan yang murah dan membutuhkan waktu yang singkat. Model pelayanan publik yang diterapkan Pemerintah Kota Denpasar dengan tiga indikator utama tersebut serta berbasis sewaka dharma sangat mendukung penyelenggaraan good governance di Kota Denpasar.

Keywords
pelayanan publik, good governance, kearifan lokal

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/MaerqmZGwjtJ


Pengaruh Edukasi Pasar Modal terhadap Persepsi Risiko dan Minat Berinvestasi Masyarakat
Made Pratiwi Dewi, Ni Made Tamansari, Ni Made Santini

Show More

Corresponding Author
Made Pratiwi Dewi

Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Abstract
Mayoritas masyarakat kita belum menyadari manfaat dari berinvestasi. Mereka cenderung lebih mementingkan untuk menjalani hidup sekarang tanpa memikirkan masa depan. Di Indonesia, berdasarkan data per Desember 2018, tercatat hanya sekitar 1.617.267 juta penduduk yang terdaftar sebagai pemegang saham independen di Kustodian Sentral Efek Indonesia. Rasionya bahkan tidak sampai 0,5 persen dari total penduduk Indonesia. Kurangnya informasi dan pengetahuan tentang pasar modal menjadi hal utama kurang majunya pasar modal Indonesia. Sekarang ini banyak negara menerapkan kebijaksanaan yang bertujuan meningkatkan investasi baik domestik maupun modal asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh edukasi pasar modal terhadap persepsi risiko dan minat berinvestasi masyarakat. Peneliti ingin melihat faktor-faktor yang mempengaruhi minat berinvestasi masyarakat yang notabene belum memiliki experience dalam berinvestasi saham di pasar modal. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu kuisioner yang dikumpulkan dari partisipan, dengan menggunakan teknik kuasi eksperimen dimana partisipan adalah masyarakat yang mengikuti kegiatan sekolah pasar modal secara sukarela di Bursa Efek Indonesia KP Denpasar. Metode pengolahan data menggunakan path analysis. Hasil dari penelitian ini edukasi pasar modal memberikan pengaruh positif terhadap persepsi risiko dan minat berinvestasi masyarakat. Sedangkan persepsi risiko tidak memiliki pengaruh terhadap minat berinvestasi masyarakat.

Keywords
Pengetahuan Investasi, Minat Berinvestasi, Persepsi Risiko, Sekolah Pasar Modal

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/cE9B8xvJj3YF


PENGARUH INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION TERHADAP NIAT MERESERVASI KAMAR PADA HOTEL- HOTEL DI DENPASAR - BALI
Ni Nyoman Rusmiati; Ida Idewa Ayu Mas Manik Sastri; Luh Kade Datrini

Show More

Corresponding Author
Ni Nyoman Rusmiati

Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa

Abstract
Bali menjadi salah satu pusat pariwisata di Indonesia,baik wisata alam maupun wisata budaya. Kawasan ini menyuguhkan panorama alam yang indah. Denpasar merupakan pusat kota di daerah Bali, sarana pendukung seperti hotel di Denpasar bisa ditemukan dengan mudah, tersedia dari kelas paling murah sampai hotel mewah.Tingkat persaingan hotel begitu tinggi, dan adanya bencana erupsi gunung agung yang menyebabkan para wisatawan dihimbau oleh negaranya untuk membatalkan atau menunda perjalanannya ke Bali, sehingga diakhir tahun 2018 atau diawal tahun 2019 terjadi penurunan niat mereservasi kamar hotel Berdasarkan hal tersebut, maka komunikasi memiliki peran yang penting dalam kehidupan manusia khususnya dalam menjalankan pekerjaan yang diperankan, yaitu komunikasi yang merupakan elemen sangat dibutuhkan untuk diperhatikan dalam kegiatan pemasaran.Maka dari itu judul penelitian ini “ Pengaruh Integrated Marketing Communication terhadap Niat Mereservasi Kamar Pada Hotel- Hotel di Denpasar. Permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini yaitu berapa besar pengaruh Advertising (X1), Sales Promotion (X2), Experiences (X3), Public Relation & Publicity (X4), Interactive Marketing (X5), Word Of Mouth (X6) dan Personal Selling (X7) secara simultan dan parsial terhadap Niat Mereservasi (Y) pada Hotel – Hotel di Denpasar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Advertising(X1), Sales Promotion (X2), Experiences (X3), Public Relation & Publicity (X4), Interactive Marketing (X5), Word Of Mouth (X6) dan Personal Selling (X7) baik secara simultan maupun parsial terhadap Niat Mereservasi (Y) pada Hotel – Hotel di Denpasar. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah wisatawan pada hotel – hotel di Denpasar sebanyak 99 orang dengan menyebarkan angket memakai metode non probability sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji normalitas yang kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi linier berganda. Uji hipotesis menggunakan uji signifikansi simultan (Uji F) dam uji signifikansi parsial (Uji t). Hasil penelitian seluruh variabel independen yaitu hasil uji F menujukan bahwa variabel bebas yang terdiri dari Advertising (X1), Sales Promotion (X2), Experiences (X3), Public Relation & Publicity (X4), Interactive Marketing (X5), Word Of Mouth (X6) dan Personal Selling (X7) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Mereservasi Kamar (Y) pada Hotel – hotel di Denpasar. Hasil Uji t dari variabel bebas Advertising (X1) mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Niat Mereservasi Kamar (Y) pada Hotel – Hotel di Denpasar. Sedangkan hasil Uji t dari variabel bebas Sales Promotion (X2), Experiences (X3), Public Relation & Publicity (X4), Interactive Marketing (X5), Word Of Mouth (X6) dan Personal Selling (X7) mempunyai

Keywords
Advertising, Sales Promotion, Experiences, Public Relation & Publicity, Interactive Marketing, Word Of Mouth, Personal Selling dan Niat Mereservasi

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/HnUVDycej6QR


PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA DAN KEBERLANGSUNGAN UMKM DI KOTA DENPASAR
IDA AYU AGUNG IDAWATI (a*) I GEDE SURYA PRATAMA (b)

Show More

Corresponding Author
Ida Ayu Agung Idawati

Institutions
a) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa
Jl. Terompong no 24A Tanjung Bungkak Denpasar 80235, Indonesia
dayuagung84[at]gmail.com
b)Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa
Jl. Terompong no 24A Tanjung Bungkak Denpasar 80235, Indonesia

Abstract
UMKM merupakan industri kreatif yang cenderung memiliki orientasi jangka pendek dalam pengambilan keputusan bisnisnya. Hal ini terlihat dari tidak adanya konsep inovasi yang berkelanjutan dan aktivitas inti bisnis yang tidak konsisten. Pada akhirnya kinerja jangka panjang UMKM yang bergerak pada industri kreatif cenderung stagnan dan tidak terarah dengan baik. Umumnya pelaku UMKM tidak memiliki informasi yang terorganisir tentang kondisi keuangan, pangsa pasar, dinamika kompetisi dan jejak rekam manajemen. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperkaya pengetahuan dalam mengelola keuangan adalah dengan menggunakan literasi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Kota Denpasar. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar langsung kepada objek penelitian. Populasi dalam penelitian adalah tiga sektor UMKM yang mendominasi di Kota Denpasar, yaitu sektor industri kerajinan, kuliner dan busana sebanyak 330 UMKM. Sampel penelitian adalah sebanyak 100 UMKM dengan metode penentuan sampel, yaitu simple random sampling. Model persamaan struktural berbasis partial least square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Kota Denpasar. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah bahwa dengan pemahaman literasi keuangan yang baik diharapkan para pelaku UMKM akan mampu membuat keputusan keuangan dan manajemen yang tepat untuk peningkatan kinerja dan keberlanjutan usaha.

Keywords
literasi keuangan, kinerja, keberlangsungan usaha

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/VCcFkYefUh72


Pengaruh Pelatihan, Dukungan Manajemen Puncak dan Kejelasan Tujuan Terhadap Efektivitas Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (Studi Empiris Pada Pemerintah Kabupaten Badung)
Cok Istri Ratna Sari Dewi (a*); Luh Putu Lusi Setyandarini Surya (b); Cokorda Krisna Yudha (c)

Show More

Corresponding Author
Cok Istri Ratna Sari Dewi

Institutions
a) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa, Jalan Terompong 24A, Denpasar 80235, Indonesia
*coknanaa[at]gmail.com
b) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa, Jalan Terompong 24A, Denpasar 80235, Indonesia
c) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa, Jalan Terompong 24A, Denpasar 80235, Indonesia

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan, dukungan manajemen puncak dan kejelasan tujuan terhadap efektivitas Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) pada Organisasi Pelaksana Daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten Badung. Suatu keberhasilan implementasi sistem tidak hanya ditentukan pada penguasaan teknis belaka, faktor perilaku dari individu pengguna sistem juga dapat menentukan kesuksesan implementasi. Faktor pelatihan, dukungan manajemen puncak dan kejelasan tujuan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) dalam suatu organisasi untuk mendukung penerapan sistem tersebut dalam memenuhi tuntutan masyarakat tentang transparasi dan akuntabilitas lembaga sektor publik. Penelitian ini menggunakan 161 pegawai negeri sipil yang memiliki tupoksi untuk mengelola keuangan di OPD pada Pemerintah Kabupaten Badung sebagai sampel penelitian. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa pelatihan, dukungan manajemen puncak dan kejelasan tujuan pada Organisasi Pelaksana Daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten Badung berpengaruh positif terhadap terhadap efektivitas Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD).

Keywords
Pelatihan, Dukungan Manajemen Puncak, Kejelasan Tujuan, Efektivitas Sistem Akuntansi Keuangan Daerah

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/JAZGBEacpPnm


Pengaruh Peyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial
I.B Made Putra Manuaba, SE, M.Si. L.G.P Sri Ekajayanti, SE, Ak, M.Si, CA. I Kt Puja Wirya Sanjaya, SE, M.Si .

Show More

Corresponding Author
IB Putra Manuaba

Institutions
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa

Abstract
RINGKASAN Keberhasilan suatu entitas dalam mengelola bisnis dengan kompetisi yang ketat adalah tujuan utama suatu entitas agar senantiasa dapat menjaga kelangsungan hidup entitas. Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi adalah suatu aktivitas yang harus dilakukan dengan konsisten, sehingga akan dapat menunjukkan bagaimana kinerja suatu entitas. Anggaran merupakan alat perencanaan dan pengendalian yang andal agar operasional perusahaan dapat berjalan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Keterlibatan personel yang ada dalam entitas dalam proses penyusunan anggaran akan dapat memberikan kecermatan suatu anggaran sehingga dapat digunakan sebagai standar dalam penilaian kinerja. Dengan partisipasi ini akan terjalin komunikasi yang semakin baik, interaksi satu sama lain serta bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Keikutsertaan manajer sangat penting dalam memotivasi bawahannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan. Kinerja akan semakin meningkat apabila manajer memiliki tingkat komitmen organisasi yang tinggi, dengan memiliki pandangan positif demi kepentingan organisasi yang didukung oleh sistem pengukuran kinerja yang merupakan suatu alat manajemen yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas. Dengan adanya pengukuran kinerja maka perusahaan diharapkan mampu bertahan dan mengikuti persaingan serta perkembangan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, komitmen organisasi, motivasi dan sistem pengukuran kinerja terhadap kinerja manajerial pada hotel bintang empat di Kabupaten Badung. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial, dengan nilai sig t 0,000 < 0,05. (2) Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial,dengan nilai sig t 0,000 < 0,05. (3) Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial, dengan nilai sig t 0.022 < 0,05. (4) Sistem pengukuran kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial, dengan nilai sig t 0,006 < 0,05.

Keywords
Partisipasi Penyusunan Anggaran; Komitmen Organisasi; Motivasi; Sistem Pengukuran Kinerja; Kinerja Manajerial

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/y9JqbuzWRUVG


PENGARUH TINGKAT UPAH, PRODUKTIVITAS, MODAL DAN PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS TEKNOLOGI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI MANUFATUR BESAR DAN MENENGAH DI KABUPATEN BADUNG
Gde Deny Larasdiputra (a), I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi (b)

Show More

Corresponding Author
Gde Deny Larasdiputra

Institutions
a), b) Universitas Warmadewa

Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Tingkat Upah, Produktivitas, Modal dan Penggunaan Informasi Akuntansi Berbasis Teknologi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur Besar Dan Menengah Di Kabupaten Badung. Perusahaan Industri Besar dan Sedang yang dicakup dalam publikasi Direktori Perusahaan Industri Besar Sedang adalah semua perusahaan yang bergerak di sektor industri manufaktur atau pengolahan maupun jasa industri (makloon) yang mempunyai tenaga kerja 20 orang atau lebih, termasuk perusahaan industri kategori baru yang mulai beroperasi atau berproduksi secara komersial pada Tahun 2018 dan berkedudukan di wilayah Provinsi Bali. Populasi pada penelitian ini adalah Industri Manufaktur Besar dan Menegah di Kabupaten Badung. Jumlah Perusahaan Industri Besar dan Sedang di Provinsi Bali adalah 65 perusahaan. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengambilan sample yaitu sampling jenuh, dimana suatu teknik penentuan sampel jika semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Tingkat Upah, Produktivitas, Modal dan Penggunaan Informasi Akuntansi Berbasis Teknologi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur Besar Dan Menengah Di Kabupaten Badung.

Keywords
Tingkat Upah, Produktivitas, Modal, Teknologi, Penyerapan Tenaga Kerja

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/2AZNu9FR4fkK


PENGATURAN RUANG TUMBUH DALAM SISTEM TUMPANG SARI TANAMAN OKRA DAN SAYURAN
Ir. Made Sri Yuliartini,M.Si ; Ir. Luh Kartini, M.Si

Show More

Corresponding Author
Made Sri Yuliartini

Institutions
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa

Abstract
Peningkatan intensitas budidaya okra di Bali memerlukan teknologi tepat guna, untuk peningkatan mutu dan nilai tambah serta mudah diaplikasikan sesuai dengan kemampuan petani dan memberi dampak terhadap peningkatan pendapatan, yaitu salah satunya dengan sistem pola tanam tumpang sari antara tanaman okra dan tanaman sayuran (kangkung, sawi hijau dan bawang ). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaturan ruang tumbuh yang tepat dalam menerapkan sistem tumpang sari yang memberikan hasil yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Sumerta, Kecamatan Denpasar timur, Kota Denpasar. Percobaan ini merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu Pengaturan Ruang Tumbuh (J) terdiri dari 3 taraf yaitu J1 = 50 cm x 50 cm, J2 = 60 cm x 50 cm, dan J3 = 70 cm x 50 cm; dan Sistem Tumpang Sari (O) terdiri dari 3 taraf yaitu OK = tumpang sari okra dengan kangkung, OS = tumpang sari okra dengan sawi dan OB = tumpang sari okra dengan bawang. Hasil penelititan menunjukkan interaksi antara pengaturan ruang tumbuh dengan sistem tumpang sari memberikan pengaruh nyata terhadap berat segar sayuran tumpang sari (kangkung, sawi dan bawang) per petak. Berat segar sayuran tumpang sari perpetak tertinggi diperoleh pada interaksi antara pengaturan ruang tumbuh 50 cm x 50 cm dengan sistem tumpang sari okra dengan kangkung yaitu 1666,67 g dan terendah didapat pada interaksi antara pengaturan ruang tumbuh 50 cm x 50 cm dengan sistem tumpang sari okra dengan bawang yaitu 650,00 g. Pengaturan ruang tumbuh, sistem tumpang sari dan interaksi antara pengaturan ruang tumbuh dengan sistem tumpang sari memberikan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar berangkasan dan berat kering oven berangkasan) dan hasil (jumlah buah, berat segar buah dan berat kering oven buah) tanaman okra. Berat segar buah okra per tanaman lebih tinggi didapat pada pengaturan ruang tumbuh 70 cm x 50 cm yaitu 861,83 g , mengalami peningkatan sebesar 8,24 % bila dibandingkan dengan pengaturan ruang tumbuh 50 cm x 50 cm yaitu 796,22 g. Sistem Tumpang sari okra dengan bawang mampu memberikan berat segar buah okra per tanaman lebih tinggi yaitu 892,33 g yang mengalami peningkatan sebesar 9,44 % dan 10,33 % bila dibandingkan sistem tumpang sari okra dengan kangkung yaitu 815,33 g dan sistem tumpang sari okra dengan sawi yaitu 808,75 g.

Keywords
Pengaturan Ruang Tumbuh, Sistem Tumpang sari; Tanaman Okra

Topic
Kesejahteraan Masyarakat

Link: https://ifory.id/abstract/vgVNjTYFMeH9


Page 1 (data 1 to 30 of 40) | Displayed ini 30 data/page

Featured Events

<< Swipe >>
<< Swipe >>

Embed Logo

If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):

<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>

Site Stats